| by gas pol | No comments

Cerita Rakyat Sangkuriang

Cerita-Rakyat – Kembali lagi bersama mimin Cerita Rakyat Online. Dengan kembali membawa kisah Cerita atau dongeng, yang mungkin sudah lama didengar. Nah, untuk sahabat-sahabat dan adik semuanya, berikut ini adalah Cerita Rakyat Sangkuriang. Terjadinya gunung tangkuban perahu. Alkisah di sebuah desa ada anak bernama Sangkuriang. Biasanya dia sering pergi ke hutan untuk berburu. Pada saat itu, dia melihat seekor burung yang bertengger di pohon lalu dia menembak dan tepat mengenai sasaran.

Sangkuriang meminta tumang untuk mengambilnya, namun tidak mau, hal ini membuat sangkuriang marah dan tidak mengizinkan tumang ikut pulang. Setelah dirinya sampai pada rumah, dia menceritakan kejadian tersebut pada ibunya. Ibunya lalu marah dan memukulnya. Hal tersebut menjadikan sangkuriang pergi dari rumah dan menggembara.

Setelah kejadian tersebut, ibunya yang sangat menyesal dan selalu berdoa supaya suatu hari nanti dipertemukan dengan anaknya. Doanya juga dikabulkan. Dia di beri wajah yang cantik dan awet muda.

Setelah lama menggembara, Sangkuriang bermaksud untuk kembali kampong halamannya. Dia sangat terkejut melihat banyak perubahan di kampong halamannya. Saat diperjalanan dia bertemu dengan seorang wanita yaitu Dayang Sumbing Ibunya. Namun, dirinya tidak mengenali kalau wanita tersebut adalah ibunya sendiri.

Lalu Sangkuriang langsung untuk melamar Dayang Sumbing untuk menikah. Dayang Sumbing akhirnya menyetujuinya. Namun, suatu hari Sangkuriang meminta Dayang Sumbing untuk mengeratkan ikatan di kepalanya. Diapun melihat adanya bekas luka persis yang ada dikepala anaknya.

Baca Juga : Tentang Bima Mahabharata

Sejak saat itu, Dayang Sumbing berencana untuk menggagalkan rencana pernikahan tersebut. dia juga bercerita bahwa Sangkuriang adalah anaknya. Akan tetapi, sangkuriang tidak mempercayai itu. Akhirnya Dayang Sumbing yang harus menjalani pernikahan dengan anaknya itu. Meminta persayaratan pada Sangkuriang untuk bisa tetap melakukan pernikahan, Sangkuriang harus membendung Citarum dan membuat Sampan. Harus dikerjakan selesai sebelum fajar tiba.

Sangkuriang juga menuruti permintaannya dan meminta bantuan teman-temannya para jin untuk menyelesaikan permintaan Dayang Sumbing. Dia mengawasi Sangkuriang. Lalu dia terkejut melihat Sangkuriang menyelesaikan persayaratan dari Dayang Sumbing ini.

Dayang Sumbing yang tidak kehabisan akal untuk meminta bantuan para warha menggagalkan Sangkuriang. Dia dan warga menggelar kain sutera berwarna merah di sebelah Timur Kota sehingga seolah-olah sudah tiba waktu fajar.

Sangkuriang yang merasa kesal dan kecewa karena tidak bisa menyelesaikan tantangannya. Oleh itu, dia menjebol bendungan yang sudah dibuatnnya menjadi gunung yang dikenal dengan Gunung Tangkuban Perahu.

Itu sahabat-sahabat tentang cerita rakyat Sangkuriang. Semoga kita tidak durhaka dan menghargai dari Ibu kita yang melahirkan dengan susah payah.