
Dikisahkan, ada seorang petani ladang jagung yang memiliki tiga orang putra. Setiap pagi, petani selalu mengamati perkembangan ladang jagungnya. Hingga suatu hari, petani itu melihat pohon jagungnya sudah mulai menguning dan tidak lama lagi siap dipanen.
Keesokan harinya, saat petani melihat ladang jagungnya, ia sangat terkejut. Ada yang sudah merusak ladangnya itu, hingga petani itu pun marah. Ia pun meminta ketiga putranya untuk menjaga ladang jagung setiap malam secara bergantian.
Putra pertama pergi ke ladang dengan membawa bolu jagung dan senapannya. Di perjalanan, dia melihat sebuah sumur, dan duduk di dekat sumur tersebut. Tiba-tiba, seekor katak datang dan meminta secuil bolu jagung milik putra pertama itu. Namun putra pertama tidak menghiraukan si katak, lalu katak itu menyanyi dengan sangat keras. Karena dirasa berisik, putra ketiga itu mengusir si katak yang telah mengganggunya mengintai musuh. Namun, katak itu masih terus bernyanyi dengan keras. Hal itu membuat si putra pertama marah, hingga akhirnya ia melempar si katak ke sumur.
Sudah beberapa malam si putra pertama duduk di tepi ladang, namun dia tidak berhasil menemukan apa pun. Namun putra pertama sangat terkejut, saat pagi hari dia menemukan banyak jagung yang telah dimakan dan dirusak. Akhirnya, dia pulang dengan bersedih karena tidak berhasil menangkap pencuri itu.
Kemudian, sang ayah menyuruh putra keduanya untuk menjaga ladang jagung itu. Setibanya di dekat sumur, si putra kedua bertemu dengan seekor katak yang sedang menyanyi. Putra kedua itu pun menyuruh katak itu agar diam, bahkan mengancam akan menendangnya ke sumur jika tidak diam. Sepanjang malam putra kedua itu terus mengawasi ladang, namun dia tidak melihat apa pun. Anehnya, pagi harinya dia melihat banyak jagung telah dimakan dan rusak. Akhirnya, putra kedua pun pulang dengan bersedih,
Besok malamnya, si petani menyuruh anak ketiganya untuk menjaga ladang jagung itu. Putra ketiga berjalan hingga sampai di dekat sumur dan bertemu dengan katak yang sedang menyanyi. Namun, putra ketiga tidak seperti kedua kakaknya. Dia justru suka dengan nyanyian si katak. Si katak pun lalu meminta bolu jagung yang dibawa oleh putra ketiga. Putra ketiga pun tanpa basa-basi langsung menawarkan bolu yang dibawanya kepada si katak.
Karena kebaikan Si putra ketiga, katak jadi ingin menolongnya. Katak lalu memberi tahu si putra ketiga bahwa di dalam sumur, terdapat zamrud ajaib. Zamrud tersebut dapat mengabulkan tiga permintaan, caranya putra ketiga harus menunduk dan menatap air dalam sumur. Lalu, apa pun dan siapa pun yang dia minta akan dikabulkan.
Dengan suara yang keras, si putra ketiga meminta seorang istri yang cantik, sebuah rumah yang megah di dekat sumur, dan ia dapat menangkap pencuri jagung itu. Lalu, pemuda itu pergi ke ladang sembari membawa katak yang dia letakkan di bahunya.
Matahari pun sudah mulai terbit, lalu si putra ketiga melihat seekor burung putih turun ke ladang. Si katak memberi tahu si putra ketiga, bahwa burung putih itu adalah seorang putri cantik yang telah disihir. Putra ketiga pun segera mengambil burung putih tersebut dan dibawanya pulang ke rumah. Setibanya di rumah, putra ketiga itu pun mengatakan pada ayahnya bahwa burung putih itu yang telah merusak ladang jagung.
Putra pertama dan kedua berniat jahat kepada burung putih itu, namun si putra ketiga dengan sigap mencegahnya. Dia ingin memelihara dan menjaga burung putih itu. Esok paginya, si putra ketiga membawa si katak dan burung putih untuk hidup di dekat sumur. Olala, di dekat sumur sudah berdiri sebuah rumah yang indah. Putra ketiga pun sangat takjub melihatnya.
Tidak lama kemudian, burung putih berubah menjadi putri yang cantik. Si putra ketiga seketika jatuh cinta kepadanya. Akhirnya, mereka pun menikah. Dengan demikian, maka tiga permintaan si putra ketiga sudah terkabulkan dan hidup bahagia.