| by teloletom | No comments

Kisah Monyet Dan Ekornya

Pada suatu hari, di suatu tempat sang monyet dan sang kelinci membuat rencana. Sang monyet itu akan membunuh semua kupu-kupu, dan sang kelinci akan membunuh semua ular.

Ketika sang monyet sedang berjalan, dia melihat sang kelinci sedang tidur siang. Sang monyet itu berpikir bahwa dia akan mempermainkan kelinci itu sehingga dia menarik telinga sang kelinci itu dan berpura-pura dia mengira kalau telinga sang kelinci itu adalah kupu-kupu. Sang kelinci itu pun terbangun dengan sangat marah pada sang monyet dan sang kelinci merencanakan untuk membalas dendam pada sang monyet.

Sang kelinci dan armadillo adalah teman yang sangat baik. Armadillo adalah kelinci yang sangat kuat dan dia yang diminta untuk membantunya.

Pada suatu ketika, sang kelinci melihat sang monyet itu sedang tidur siang. Dia telah memperhatikan dan menunggu lama untuk melihat monyet itu tidur siang. Kemudian sang kelinci memanggil teman baiknya armadillo, kemudian mereka menggulingkan batu besar di atas ekor sang monyet. Sang monyet itu terbangun dan kesakitan karena ekornya terjepit oleh batu besar. Sang monyet pun menarik ekornya dengan keras untuk mengeluarkannya dari bawah batu, namun tarikannya itu membuat ekornya terputus.

Pada waktu yang bersamaan, sang kucing yang tidak memiliki ekor lewat dan melihat ekor monyet, kemudian membawanya pergi. Sang monyet itu sangat marah pada sang kelinci. “Oooww, kami pikir itu hanya ular yang berbaring di sana,” kata kelinci itu. “Ketika kamu menarik telingaku, kamu mengira itu adalah kupu-kupu.”

Hidup sang monyet menjadi tidak nyaman karena ekornya telah terputus. Dia berpikir bagaimana dia bisa hidup tanpa ekornya, atau naik pohon tanpa ekornya. Sang kucing harus mengembalikannya sehingga sang monyet pergi untuk mencari keberadaan sang kucing itu.

Akhirnya sang monyet menemukan sang kucing itu dan berkata kepadanya, “Oh, kucing yang baik hati, tolong kembalikan ekorku.”

“Aku akan memberikannya kepadamu,” jawab sang kucing, “jika kamu mau memberi Aku susu.”

“Di mana Aku harus mendapatkan susu?” tanya sang monyet.

“Pergi dan mintalah pada sapi itu,” jawab sang kucing.

Sang monyet itu mendatangi sang sapi dan berkata, “Oh, sapi yang baik hati, tolong beri aku susu mu supaya aku bisa memberikan susu itu kepada kucing agar kucing itu mau mengembalikan ekorku kepadaku.”

“Aku akan memberimu susu,” jawab sang sapi, “jika kamu mau ambilkan aku rumput.”

“Di mana Aku bisa mendapatkan rumput?” tanya sang monyet.

“Pergilah, tanya pada petani itu,” jawab sang sapi.

Sang monyet pergi ke petani dan berkata, “Oh, petani yang baik, tolong beri Aku beberapa rumput agar Aku dapat memberikan rumput kepada sapi sehingga sapi akan memberi Aku susu lalu Aku dapat memberikan susu kepada kucing dan kucing akan mengembalikan ekorku kepadaku. “

Petani itu berkata, “Aku akan memberimu rumput jika kamu mau memberiku hujan.”

“Di mana Aku akan mendapatkan hujan?” tanya sang monyet.

“Pergilah, tanyakan pada awan,” jawab sang petani itu.

Sang monyet pergi ke awan dan berkata, “Oh, awan yang baik, tolong turunkan Aku hujan agar Aku dapat memberikan hujan kepada petani sehingga petani akan memberi Aku rumput lalu Aku dapat memberikan rumput kepada sapi kemudian sapi akan memberi Aku susu lalu Aku bisa memberikan susu kepada kucing dan kucing akan memberikan Aku kembali ekor Aku. “

“Aku akan memberimu hujan,” jawab awan-awan itu, “jika kamu mau memberiku kabut.”

“Di mana Aku bisa mendapatkan kabut?” tanya sang monyet.

“Pergi, tanya pada sungai,” jawab sang awan.

Sang monyet pergi ke sungai dan berkata, “Wahai sungai yang baik, tolong beri Aku kabut sehingga Aku dapat memberikan kabut ke awan lalu awan akan memberikan hujan sehingga Aku dapat memberikan hujan kepada petani lalu petani akan memberi Aku beberapa rumput untuk Aku berikan kepada sapi sehingga sapi akan memberi Aku susu untuk kucing sehingga kucing akan memberikan Aku kembali ekor Aku. “

“Aku akan memberimu kabut,” jawab sang sungai, “jika kamu bisa menemukan mata air baru untuk memberiku makan.”

“Di mana aku bisa menemukan mata air itu?” tanya sang monyet.

“Pergi dan carilah satu di antara bebatuan di lereng bukit,” jawab sang sungai.

Kemudian sang monyet memanjat bukit yang curam dan mencari mata air di antara bebatuan hingga akhirnya ia menemukan mata air kecil untuk memberi makan sang sungai. Dia membawa mata air ke sang sungai dan sang sungai pun memberinya kabut. Sang monyet membawa kabut ke awan dan awan memberinya hujan. Sang monyet membawa hujan ke petani dan petani memberinya rumput. Sang monyet mengambil rumput untuk diberikan kepada sapi dan sapi itu memberinya susu. Sang monyet membawa susu ke kucing dan sang kucing mengembalikan ekornya. Sang monyet kini sangat senang karena ekornya kini telah kembali lagi sehingga ia menari-nari dengan gembira. Sejak saat itu, sang monyet sangat berhati-hati dan menjaga ekornya baik-baik.