| by teloletom | No comments

Kisah Yong Tu Dan Pot Kosong

Pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang raja yang tua. Raja tersebut tidak memiliki anak laki-laki yang dapat menggantikannya sebagai raja kelak. Hal ini pun membuat hati raja sangat sedih, kemudian raja tersebut memutuskan untuk mengangkat seorang anak laki-laki yang nantinya akan menjadi ahli warisnya.

Pada suatu hari, raja pun berpikir keras bagaimana cara menemukan seorang anak laki-laki di negerinya yang pantas untuk menjadi anak angkatnya. Akhirnya, raja mendapatkan sebuah ide untuk menemukan anak laki-laki yang pantas.

Sang raja kemudian memberikan benih tanaman kepada semua anak laki-laki yang ada di negerinya. Kemudian raja mengumumkan, bahwa barang siapa yang berhasil menumbuhkan bunga-bunga yang paling cantik dari benih itu, ia akan menjadi anak angkat dan ahli warisnya.

Semua anak laki-laki menanam benih itu dengan sangat hati-hati. Mereka memelihara tanaman mereka dengan sangat baik. Salah seorang anak laki-laki yang menanam benih itu bernama Yong Tu. Dia memelihara benih yang ditanamnya, setiap hari. Tidak terasa, setengah bulan waktu telah berlalu, dan akhirnya satu bulan telah terlewati.

Yong Tu mendapati bahwa benih yang ditanamnya itu belum juga bertunas. Dia bertanya kepada ibunya, “Mengapa belum bertunas juga?”

Sang ibunda pun menjawab supaya anaknya mengantikan tanah yang ada di dalam pot dengan tanah yang lebih gembur, dan lebih baik.

“Anakku, gantilah tanah di dalam pot itu dengan tanah yang lebih baik!” Saran ibunda tercinta sang Yong Tu terhadap anaknya.

Yong Tu pun menuruti saran ibunya, tetapi benih itu tetap tidak bertunas juga.

Tidak lama setelah itu, hari pemilihan anak angkat pun tiba. Semua anak laki-laki tampil dengan pakaian terbaik yang mereka miliki. Tidak ketinggalan mereka juga membawa pot berisi tanaman yang sudah berbunga. Masing-masing anak sangat menginginkan untuk menjadi anak angkat raja.

Ketika melihat satu demi satu semua anak-anak laki-laki yang datang membawa pot berisi tanaman yang sudah berbunga itu, raja terlihat tidak senang. Hingga dilihatnya seorang anak di salah satu sisi sedang menangis sambil memegang pot bunganya yang kosong. Sang Raja pun menghampirinya namun sang anak malah justru menangis malu. Anak itu malu karena tidak dapat membuat bibit benih pemberian sang Raja bisa tumbuh di tangannya.

Raja berjalan mendekati anak itu dan bertanya,”Mengapa kamu membawa pot yang tidak ada tanaman bunganya?”

“Setiap hari hamba selau merawat dan menjaga benih ini, namun benih ini tidak pernah tumbuh!” Sang anak menjawab sambil menangis sedih. Dan anak itu tidak lain dan tidak bukan adalah sang Yong Tu.

Raja pun memegang tangan dan membimbing anak tersebut ke atas mimbar kerajaan dan mengumumkan kepada semua orang yang hadir, bahwa beliau telah menemukan seorang anak angkat yang akan menjadi pewaris tahta kerajaan.

Anak-anak yang lain terkejut dan mereka bertanya,”Mengapa Tuanku Raja memilih anak yang membawa pot bunga tanpa bunga? Bukankah Tuanku mengingikan seorang anak yang bisa menumbuhkan bunga-bunga yang paling cantik?”

“Anak-anakku,”jawab raja,”Kepada kalian semua, aku membagikan benih yang sudah kurebus. Seharusnya, benih kalian sama sekali tidak akan bisa berbuah!”

Anak-anak yang lain menundukkan kepala mereka karena merasa malu. Ternyata, ketika benih pemberian raja itu tidak bertunas juga, mereka menanam benih yang lain agar menghasilkan bunga yang cantik, dan Yong Tu merupakan satu-satunya anak yang jujur. Dengan alasan itu, raja pun memilih Yong Tu sebagai anak angkat dan ahli warisnya.