
Dikisahkan, pada zaman dahulu kala di sebuah desa terpencil ada seorang pemuda dengan hidup yang berkecukupan. Pada suatu hari, pemuda itu pergi memancing ikan di sebuah danau di dekat rumahnya. Danau itu sebenarnya hanya sedikit ikannya, namun karena hanya untuk makan seorang diri, memancing ikan yang sedikit sudah cukup untuk sehari harinya.
Hari yang terang membuat pemuda itu terlihat bosan mencari ikan. Kemudian, pemuda itu melihat ada ikan yang melahap umpannya. Namun dia merasa ada yang berbeda dengan ikan yang ia tangkap saat itu. Ikan itu berbeda dari ikan ikan yang pernah ia bawa pulang ke rumahnya. Ikan yang biasa langsung ia masak, berbeda dengan ikan yang kali ini dia tangkap. Ikan itu dia simpan dalam sebuah tempat yang diisi air. Pemuda itu kagum melihat ikan itu, dan akan memeliharanya.
Kini ikan yang ditangkapnya menjadi teman hidupnya sehari-hari. Setiap harinya, pemuda itu berbicara dengan ikan yang dipeliharanya itu. Suatu ketika saat pemuda itu sedang tertidur, ikan itu berubah menjadi seorang putri yang sangat cantik sambil mengenakan gaun yang sangat indah. Pemuda yang sedang terlelap tidur tiba-tiba terbangun dan terkejut melihat ada seorang putri yang sangat cantik di dalam rumahnya.
Pemuda itu juga ketakutan karena kehadiran sang putri yang tiba-tiba entah darimana asalnya. Putri itu pun mengatakan, bahwa dia adalah ikan yang dia rawat selama ini.
Sang putri pun berusaha untuk membuat pemuda itu tidak ketakutan lagi dengan selalu berlaku baik dan tersenyum kepada sang pemuda itu.
Setiap hari sang putri menyambut, menyiapkan makanan untuk sang pemuda itu. Segala keperluan sang pemuda itu dipenuhi dengan baik oleh sang putri. Hingga pada akhirnya sang pemuda itu mulai merasakan sesuatu yang berbeda pada sang putri. Pemuda itu merasa nyaman dengan kehadiran putri yang cantik dan sangat baik. Hingga pada akhirnya sang pemuda menyatakan perasaannya pada sang putri.
Putri hanya mendengarkan apa yang dikatakan pemuda itu. Pemuda itu merasa bahwa perasaannya sudah cukup untuk melamar putri menjadi seorang istri. Kemudian sang putri pun mau, dan hanya mengajukan satu permintaan untuk sang pemuda itu.
“Aku menerima lamaran kamu dengan satu syarat. Jangan pernah beritahu siapapun dan kamu pun tidak boleh membahas apapun tentang latar belakangku yang seorang ikan mas. Jika kamu setuju, kita akan segera menikah.” Ucap sang putri.
Pemuda itu dan sang putri pun akhirnya menikah dan memiliki seorang anak yang dinamai Mika. Mika lahir dengan pribadi yang sangat nakal dan tidak berbakti kepada orang tua. Terkadang sang pemuda merasa kesal dengan sikap anaknya yang begitu nakal. Hingga akhirnya Pemuda itu memarahi mika, dan tanpa sengaja dia pun mengatai anaknya itu anak ikan.
Karena begitu kesalnya, pemuda itu mengungkit latar belakang sang putri yang sebenarnya sejak awal sudah ada perjanjian diantara mereka untuk tidak membahas tentang latar belakang sang putri. Karena perjanjian telah dilanggar, sang pemuda harus menerima resiko dari pelanggaran itu. Walau sedih, sang putri harus menerima kenyataan bahwa ia harus berpisah dengan suaminya karena kesalahan yang dilakukan suaminya itu. Akhirnya , sang putri meninggalkan pemuda itu dan membawa anaknya untuk berpisah selamanya. Walau pemuda itu menyesal, namun semua kejadian itu tidak dapat terulang.