| by teloletom | No comments

Satu Koin Paisa Yang Menentukan

Dikisahan, pada jaman dahulu di suatu lembah hidup seorang pedagang yang sangat kaya yang sama sekali tidak senang dengan putra tunggalnya. Anak itu tidak menunjukkan tanda kecerdasan atau kreativitas, apalagi kemauan untuk bekerja. Namun, ibunya selalu memikirkan hal yang baik dari anaknya dan terus membuat alasan untuk membela anaknya.

Ketika anak itu sudah memasuki usia untuk menikah, sang ibu memohon kepada suaminya untuk mencarikan istri untuk anak mereka. Sang suami terlalu malu pada putranya yang malas dan dalam pikirannya sendiri telah sepenuhnya memutuskan untuk tidak pernah menikah. Namun, sang ibu sangat berharap ingin melihat putra tunggalnya itu menikah dan memiliki seorang cucu. Hal itu telah dinanti-nantikannya selama bertahun-tahun, sang Ibu tidak ingin melihat anak satu-satunya itu menjadi perjaka tua.

Sang ibu selalu berusaha membujuk suaminya mencarikan istri untuk anaknya. Sang suami sudah mulai lelah dan habis kesabarannya karena sang istri selalu memuji dan mendesak mencarikan istri untuk anaknya.

Kemudian sang suami itu berkata kepada istrinya saat dia memuji putranya, “Aku sudah mendengar hal ini berkali-kali sebelumnya, tetapi kamu belum pernah membuktikannya. Aku tidak percaya dengan apa yang kamu katakan. Tapi kali ini, agar kamu puas dan untuk membuktikan perkataanmu, aku akan memberikan si bodoh itu kesempatan sekali lagi. Berikan satu koin paisa ini kepadanya dan katakan padanya untuk pergi ke pasar. Dengan satu koin paisa ini, dia harus dapat membeli satu benda. Satu benda itu sesuatu yang bisa untuk dimakan, sesuatu untuk diminum, sesuatu untuk dikunyah, sesuatu untuk ditanam di kebun, dan beberapa makanan untuk sapi. “

Sang ibu memberikan instruksi kepada anaknya sambil memberinya satu koin paisa, kemudian anak itu pergi ke pasar. Ketika dia telah sampai di sungai, dia menjadi khawatir dan bertanya-tanya, “Apa yang bisa dibeli hanya dengan satu koin paisa yang bisa untuk dimakan, diminum dan melakukan semua hal lain yang diminta ibuku? Tentunya ini adalah tugas yang mustahil!”

Pada saat sang anak bertanya-tanya sendiri, putri seorang pandai besi datang dan menghampiri anak itu. Melihat ekspresi anak itu yang tidak bahagia, dia bertanya kepadanya apa yang terjadi. Dia mengatakan semua yang diperintahkan ibunya kepadanya.

“Aku tahu apa yang bisa kamu lakukan,” kata sang putri.

“Pergilah ke pasar dan belilah sebuah semangka dengan satu koin paisa,” kata gadis itu.

“Karena buah semangka terdapat sesuatu untuk dimakan, sesuatu untuk diminum, sesuatu untuk dikunyah, sesuatu untuk ditanam di kebun, dan beberapa makanan untuk sapi itu. Berikan kepada orang tuamu dan mereka akan senang.” Lanjut sang putri.

Dengan cepat anak itu melakukan apa yang disarankan kepadanya. Ketika sang istri pedagang melihat kepintaran putranya, dia sangat senang.

“Lihat,” katanya kepada suaminya begitu dia pulang, “Anak kita telah mengerjakan apa yang kamu perintahkan.”

“Sebenarnya, ibu,” kata bocah itu, “putri seorang pandai besi menyarankan saya untuk melakukan ini.”

Namun demikian, sang ayah terkesan bahwa anak itu telah menemukan solusi yang sangat bagus. Maka mereka mengundang keluarga tukang besi itu ke rumah mereka untuk makan malam. Kedua orang tua sang putri dan sang anak pedang senang melihat cinta bermekar antara dua pasangan muda-mudi itu. Maka sang putra saudagar itu pun menikahi sang putri tukang besi dan pemuda itu menjadi suami muda pekerja keras dan mereka semua hidup bahagia selamanya.