Nala Dan Damayanti

Pada zaman dahulu kala, negeri Nishadha India diperintah oleh raja bernama Nala. Ia sangat bijaksana, rendah hati dan juga tampan.

Di sebuah negeri lain bernama Vidharba terdapat seorang raja besar bernama Bhima. Ia memiliki seorang putri bernama Damayanti, dan tiga orang putra. Damayanti tumbuh menjadi gadis tercantik di negeri itu. Ia sering mendengar kabar tentang Nala, raja tampan di Nishadha. Begitu pun Nala, sering mendengar betapa cantiknya Damanyanti.

Suatu hari, Raja Nala melihat sekelompok angsa cantik dengan sayap berbintik emas di taman istana. Ditangkapnya seekor angsa berbulu cantik, lalu ia terkejut mendengar angsa itu berbicara seperti manusia.

Angsa itu memohon agar Raja Nala melepaskannya, lalu dia akan pergi untuk memberitahu putri Damayanti betapa hebat dan mulianya Raja Nala. Nala pun segera melepaskan angsa itu, da angsa itu pun terbang bersama angsa-angsa lain ke istana Damayanti.

Damayanti yang sedang berada di taman ditemani dayang-dayangnya, terkejut melihat angsa-angsa yang datang bertamu. Dan ia lebih terkejut lagi saat didengarnya seekor dari mereka berkata, bahwa Nala raja Nishadha adalah laki-laki tertampan dan termulia di dunia. Damayanti juga mutiara paling sempurna di antara wanita lain. Mereka berdua diciptakan untuk bersama.

Sejak hari itu Damayanti hanya memikirkan Nala, hingga akhirnya ia jatuh sakit. Dayang-dayangnya yang khawatir pergi menemui Raja Bhima dan menceritakan yang terjadi. Setelah berpikir keras, Raja Bhima mengundang seluruh raja untuk datang ke istananya. Barangkali saja ada di antara mereka yang bisa menenangkan hati putrinya. Karena berita tentang kecantikan Damayanti tiada tara, banyak raja yang ingin mengikuti kontes itu.

Pada saat itu, Dewa Indra, Dewa Surga yang berada di puncak Meru, juga ingin mengikuti kontes. Begitu pula dengan tiga dewa lainya.

Saat mereka sedang terbang di angkasa, mereka melihat Nala yang juga sedang dalam perjalanan ke Vidharba. Karena terkesan dengan sifat Nala yang mulia, mereka turun ke bumi dan memerintah Nala untuk menyampaikan pesan pada Damayanti.

Indra mengatakan, bahwa mereka adalah penjaga dunia. Nala harus memberitahu Damayanti untuk memilih salah satu dari para dewa untuk menjadi suaminya.

Nala pun terkejut, Nala pun menolaknya karena dia juga berusaha untuk memenangkan hati Damayanti. Namun para dewa itu tetap memaksa Nala, sehingga Nala pun mencoba mencari alasan. Kemudian Nala mengatakan, bahwa Istana Bhima dijaga ketat dan dia tidak caranya agar dapat masuk ke dalam istana.

Sekejap mata, Nala pun sudah berada di taman istana raja Bhima dan langsung berada di hadapan Damayanti. Damayanti pun terkejut melihat seorang laki-laki tampan tiba-tiba berdiri di hadapannya.

Nala pun mengenalkan dirinya, dan dia menyampaikan pesan pada Damayanti bahwa dia harus memilih salah satu dari para dewa untuk menjadi suaminya.

Damayanti pun menjawab, bahwa dia sangat tersanjung. Namun hatinya telah menjadi milik Nala. Walau gemetar karena senang, Nala tidak berani menentang para dewa. Ia mendesak Damayanti untuk melakukan seperti yang mereka minta.

Sebelum prrgi Nala berjanji pada Damayanti, dia akan kembali dan berlomba bersama yang lain untuk memenangkan Damayanti menjadi istrinya.

Damayanti pun tiba-tiba mendapat ide, dan meminta saat Nala kembali agar datang bersama para dewa. Jadi mereka tidak dapat menyalahkan Damayanti karena memilih Nala.

Saat tiba hari perlombaan, aula istana penuh dengan para raja. Semuanya tampan, kuat, dan berpakaian indah. Saat Damayanti memasuki aula dan memandang ke sekelilingnya, tiba-tiba ia merasa takut. Karena ia melihat lima orang raja yang seperti Nala. Keempat dewa itu ternyata menyamar menjadi Nala, si Raja Nishadha. Untuk menentukan siapa Nala yang sebenarnya sangatlah sulit.

Damayanti melangkah dan membungkuk di hadapan kelima Nala itu. Ia berkata, bahwa dia telah memberikan hatinya pada Nala. Damayanti lalu meminta mereka menunjukkan diri dengan cara-cara khusus agar aku tahu siapa Nala yang sesungguhnya.

Karena tersentuh kejujuran dan keberanian sang putri, keempat dewa itu menunjukkan ciri-ciri surgawi mereka. Mereka tidak memiliki bayangan, tidak berkeringat, kakinya tidak menyentuh tanah, dan matanya tidak pernah berkedip. Maka, sang putri dapat memilih Nala yang sesungguhnya.

Damayanti menyentuh jubah Nala dan memasangkan rangkaian bunga merah di leher raja itu. Itu adalah tanda bahwa ia telah memilih Nala untuk menjadi suaminya. Lalu mereka menikah, dan keempat dewa itu memberi mereka hadiah yang menakjubkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *