Dikisahkan, pada zaman dahulu ada seorang penyihir jahat yang memiliki sebuah cermin ajaib. Cermin itu bukanlah cermin biasa, karena mampu mengubah cara seseorang melihat dunia.
Jika seseorang melihat wajah yang cantik melalui cermin itu, wajah tersebut akan terlihat buruk. Jika seseorang melihat pemandangan yang indah, pemandangan itu akan tampak membosankan.
Namun, suatu hari cermin itu pecah. Pecahannya terbang ke berbagai penjuru dunia, dan jatuh ke berbagai daerah. Bahkan ada serpihan yang sangat kecil, sehingga hampir tidak terlihat. Walau demikian, serpihan itu tetap memiliki kekuatan yang sama seperti cermin aslinya.
Jika serpihan itu masuk ke mata seseorang, orang tersebut akan melihat segala sesuatu dengan cara yang buruk. Jika masuk ke hati, serpihan itu akan membuat hati menjadi dingin seperti es.
Di sebuah kota, tinggal seorang anak perempuan bernama Gerda. Ia memiliki sahabat yang rumahnya berdekatan, seorang anak laki-laki bernama Kai. Karena rumah Gerda dan Kai berdekatan, mereka berdua sering main bersama. Saat musim dingin tiba, mereka berdua suka sekali bermain saling lempar bola salju.
Di musim dingin, nenek Kai juga sering menceritakan dongeng The Snow Queen. Ia adalah seorang ratu yang memimpin kristal-kristal salju yang berjatuhan. Menurut dongeng The Snow Queen, ratu akan muncul di mana ada kristal salju berkumpul paling banyak.
Musim berganti, suatu hari di musim panas, sebuah butiran pecahan cermin jahat yang tersebar, masuk ke hati dan mata Kai. Kai kini berubah, ia berubah menjadi kasar bahkan pada neneknya.
Bukan itu saja, bahkan Kai juga seakan melupakan Gerda sahabatnya. Hati Kai telah berubah menjadi dingin. Hingga tiba musim dingin berikutnya, Kai tidak mau lagi bermain bersama Gerda. Hal ini tentu membuat Gerda sedih.
Musim dingin datang dan salju mulai turun dengan lebat. Suatu hari, Kai sedang bermain seluncur sendirian, ia tidak sengaja mengenai kereta The Snow Queen. Sang Ratu kemudian turun dari kereta yang ditarik oleh rusa-rusa bertanduk perak, ia mengajak Kai bercakap-cakap sebelum mengajaknya pergi ke kerajaannya.
Kai akhirnya meninggalkan tempat tinggalnya, ia dibawa menuju istana Ratu Salju yang jauh dan sangat dingin. Kai juga dibuat melupakan Gerda sahabatnya. Kai menghilang, dam tidak ada warga yang melihat kepergiannya. Mereka sempat mengira Kai Kai jatuh ke sungai, namun setelah dilakukan pencarian untuk beberapa waktu Kai tetap tidak berhasil ditemukan.
Sementara itu, Gerda tidak menyerah untuk terus mencari Kai. Bahkan, ia mulai merencanakan perjalanan untuk mencari sahabatnya itu. Gerda percaya bahwa Kai masih hidup, sehingga ia pun memutuskan untuk pergi mencarinya.
Gerda meninggalkan rumah dan memulai perjalanan panjang, ia menyusuri sungai dan tempat-tempat asing untuk mencari sahabatnya. Dalam perjalanannya, Gerda bertemu dengan seorang perempuan tua yang tinggal di sebuah rumah indah. Perempuan itu menyambut Gerda dengan ramah dan memberinya makanan. Gerda kemudian tinggal di sana untuk sementara waktu, mengisi tenaga kembali sebelum melanjutkan perjalanan untuk mencari sahabatnya.
Perjalanan itu membawanya bertemu dengan berbagai orang dan hewan, ia juga bertemu dengan seekor burung gagak yang memberinya petunjuk tentang keberadaan seorang anak laki-laki yang mungkin adalah Kai. Dengan semangat baru, Gerda melanjutkan perjalanan.
Perjalanan Gerda semakin jauh, ia melewati tempat-tempat yang tidak dikenalnya dan bertemu dengan berbagai orang. Ada yang membantu Gerda dengan tulus. Ada pula yang awalnya terlihat menakutkan, namun akhirnya justru memberikan pertolongan.
Gerda bahkan bertemu dengan seorang gadis kecil yang tinggal bersama sekelompok perampok. Gadis itu awalnya tampak kasar dan keras kepala, namun setelah mendengar cerita Gerda, hatinya luluh.
Gadis itu akhirnya membantu Gerda mencari sahabatnya. Ia memberikan informasi, bahwa merpati peliharaannya melihat Ratu Salju membawa Kai ke kerajaannya. Tujuan perjalanan Gerda jadi semakin jelas. Kini Gerda tahu, bahwa ia semakin dekat dengan tujuan akhirnya.
Setelah perjalanan yang sangat panjang, Gerda akhirnya sampai di wilayah yang sangat dingin. Salju turun tanpa henti dan udara terasa menusuk. Di tempat itulah berdiri istana Ratu Salju. Gerda melihat Kai di dalam istana, ia duduk sendirian dan terlihat sangat berbeda dari sahabatnya yang dulu.
Kai sedang berusaha menyusun kepingan es, dan ia tampak tidak mengenali Gerda. Walau Gerda memanggil Kai, Kai hanya menatapnya dengan dingin. Bahkan, Kai seolah tidak mengenali Gerda. Hati Gerda terasa hancur mendengar jawaban itu. Namun, ia tidak menyerah. Gerda mendekati Kai dan memeluknya, air matanya jatuh membasahi wajah sahabatnya.
Awalnya Kai tetap diam. Namun, kehangatan kasih sayang Gerda perlahan mulai menembus hatinya yang membeku. Kemudian, sesuatu yang ajaib terjadi. Air mata Gerda membuat serpihan kaca yang ada di hati Kai keluar. Pandangannya yang selama ini dipenuhi kegelapan mulai kembali jernih.
Gerda tersenyum sambil menangis bahagia, Kai akhirnya terbebas dari pengaruh serpihan kaca. Ia tidak lagi melihat dunia sebagai tempat yang dingin dan penuh keburukan. Gerda dan Kai kemudian meninggalkan istana Ratu Salju, mereka memulai perjalanan pulang bersama.
Saat akhirnya kembali ke rumah, mereka menyadari bahwa banyak hal telah berubah. Mereka sudah tumbuh dan menjadi lebih dewasa, karena perjalanan yang mereka lalui. Namun ada satu hal yang tidak berubah, yaitu persahabatan mereka.
Mawar yang dulu mereka rawat tetap menjadi pengingat tentang masa kecil mereka. Bunga itu seolah menjadi simbol, bahwa kehangatan dan kasih sayang tetap hidup walau musim dingin datang. Gerda akhirnya berhasil membawa Kai pulang. Bukan dengan kekuatan sihir atau senjata, tetapi dengan kasih sayang, keberanian, dan kesetiaan.