Asal-Usul Legenda Baru Klinting
Pada zaman dahulu, hiduplah seorang anak bernama Baru Klinting. Ia bukan anak biasa karena konon merupakan jelmaan seekor naga yang memiliki kekuatan luar biasa. Menurut cerita, Baru Klinting adalah anak dari seorang pertapa yang tinggal di sekitar Gunung Telomoyo. Ia tumbuh menjadi anak yang memiliki sifat baik, meskipun penampilannya sederhana.
Suatu hari, Baru Klinting mendatangi sebuah desa ketika penduduknya sedang mengadakan pesta besar. Ia merasa lapar dan berharap mendapatkan sedikit makanan dari warga desa tersebut. Namun, bukannya membantu, banyak penduduk justru mengejek dan mengusirnya karena menganggap penampilannya kotor dan tidak pantas berada di tengah pesta.
Baru Klinting merasa sedih melihat perlakuan penduduk desa. Meskipun demikian, ia tetap berusaha meminta makanan kepada warga. Sayangnya, hampir semua orang menolak kehadirannya. Hanya seorang nenek tua yang bersedia menerima dan memberinya makanan. Nenek tersebut memperlakukan Baru Klinting dengan penuh kasih sayang tanpa memandang penampilannya.
Sebelum meninggalkan desa, Baru Klinting memperingatkan nenek itu agar segera naik ke tempat yang lebih tinggi ketika mendengar suara gemuruh. Setelah itu, ia menancapkan sebatang lidi ke tanah dan menantang penduduk desa untuk mencabutnya. Banyak orang mencoba, tetapi tidak ada yang berhasil.
Akhirnya, Baru Klinting mencabut lidi tersebut sendiri. Tiba-tiba, air menyembur deras dari lubang bekas lidi itu dan terus mengalir hingga menenggelamkan desa. Air yang meluap kemudian membentuk sebuah danau besar yang dikenal sebagai Rawa Pening. Nenek yang sebelumnya menolong Baru Klinting berhasil menyelamatkan diri karena mengikuti peringatannya.
Pesan Moral dari Cerita
Legenda Baru Klinting mengajarkan bahwa kita tidak boleh merendahkan orang lain hanya berdasarkan penampilan atau keadaan ekonominya. Kebaikan hati yang ditunjukkan oleh nenek tua menjadi contoh bahwa tindakan sederhana dapat membawa keselamatan. Sebaliknya, kesombongan dan sikap tidak peduli terhadap sesama dapat mendatangkan akibat buruk.