Pada zaman dahulu, hiduplah seorang pedagang kaya bersama ketiga putrinya. Putri bungsunya bernama Belle, seorang gadis yang cantik, cerdas, dan baik hati. Belle sangat menyukai buku dan lebih senang menjalani kehidupan sederhana daripada menghabiskan waktu untuk memamerkan kekayaan. Berbeda dengan Belle, kedua kakaknya sangat menyukai kemewahan dan sering mengeluh ketika keinginan mereka tidak terpenuhi.
Suatu hari, ayah mereka harus melakukan perjalanan jauh untuk mengurus pekerjaannya. Sebelum berangkat, ia berjanji akan membawakan hadiah untuk ketiga putrinya. Kedua kakaknya meminta pakaian dan perhiasan mahal, sedangkan Belle hanya meminta setangkai mawar yang indah.
Ketika perjalanan pulang, sang ayah tersesat di tengah hutan karena cuaca buruk. Ia kemudian menemukan sebuah kastel besar yang terlihat kosong. Karena kelelahan, ia masuk dan beristirahat. Di dalam kastel, ia menemukan makanan dan tempat tidur yang nyaman. Sebelum meninggalkan tempat itu, ia melihat taman yang dipenuhi bunga mawar. Ia teringat kepada Belle, lalu memetik satu tangkai mawar untuk dibawakan kepadanya.
Tiba-tiba, muncul makhluk besar dengan wajah menyeramkan. Makhluk itu marah karena sang pedagang mengambil mawar tanpa izin. Ia mengancam akan menghukum pedagang tersebut, kecuali salah satu anggota keluarganya bersedia datang dan tinggal di kastel sebagai gantinya.
Ketika sang ayah pulang dan menceritakan kejadian tersebut, Belle merasa sedih. Ia tidak ingin ayahnya menderita karena dirinya. Akhirnya, Belle memutuskan pergi ke kastel dan menggantikan ayahnya. Meskipun merasa takut, ia berusaha menerima keadaan tersebut dengan berani.
Pada awalnya, Belle menganggap makhluk itu menakutkan. Namun, seiring berjalannya waktu, ia menyadari bahwa makhluk tersebut sebenarnya memiliki hati yang baik. Makhluk itu menyediakan kamar yang nyaman, memberikan buku-buku untuk dibaca, dan selalu berusaha membuat Belle bahagia. Setiap hari, mereka menghabiskan waktu bersama dan mulai saling mengenal.
Suatu hari, Belle merasa rindu kepada keluarganya. Makhluk itu mengizinkannya pulang untuk beberapa waktu dengan syarat ia harus kembali. Belle berjanji akan menepatinya. Ketika berada di rumah, Belle sangat bahagia bertemu keluarganya. Namun, ia akhirnya menyadari bahwa ia juga merindukan makhluk yang tinggal di kastel tersebut.
Setelah beberapa hari, Belle kembali ke kastel. Ia menemukan makhluk itu terbaring lemah di taman karena mengira Belle telah meninggalkannya selamanya. Belle merasa sangat sedih dan menyadari bahwa ia benar-benar menyayangi makhluk tersebut. Ia kemudian mengungkapkan perasaannya dengan tulus.
Pada saat itu, keajaiban terjadi. Cahaya terang menyelimuti kastel dan menghilangkan kutukan yang selama ini menguasainya. Makhluk tersebut berubah menjadi seorang pangeran tampan. Ia menjelaskan bahwa dirinya telah dikutuk karena dahulu terlalu sombong dan hanya mementingkan penampilan. Kutukan itu hanya dapat dipatahkan melalui cinta yang tulus.
Belle dan sang pangeran akhirnya hidup bahagia bersama. Mereka belajar bahwa cinta sejati tidak ditentukan oleh rupa atau kekayaan, melainkan oleh kebaikan hati dan ketulusan.
Pesan Moral
Cerita rakyat Prancis ini mengajarkan bahwa kita tidak boleh menilai seseorang hanya dari penampilan luarnya. Kebaikan hati, kesabaran, dan ketulusan merupakan sifat yang jauh lebih berharga daripada kecantikan atau kekayaan. Kisah Belle juga mengingatkan kita untuk berani berkorban demi keluarga serta memberikan kesempatan kepada orang lain untuk berubah menjadi lebih baik.